INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 telah resmi ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Berbagai opsi alternatif muncul dari sejumlah kalangan perihal sampai kapan durasi penundaan momen pesta demokrasi lima tahunan.
Polikus PKB Sulsel Andi Muhammad Anwar Purnomo misalnya. Anggota DPRD Sulsel itu menilai, pagelaran Pilkada Serentak pasca penundaan sebaiknya digelar pada 2021 mendatang.
“Melihat kondisi saat ini, kebijakan hasil rapat pemerintah, KPU, Bawaslu dan berbagai pihak terkait menurut saya sudah tepat untuk menunda Pilkada 2020 selambat-lambatnya sampai september 2021,” papar Andi Muhammad Anwar, Jumat (10/4/2020).
Andi Aan, sapaanya, menilai, semua pihak diwajibkan fokus pada urusan kemanusiaan hingga virus yang telah berkategori pandemik itu hilang dari bumi.
“Dikarenakan pandemi covid 19 yang masih bergulir dan tentunya hal ini dapat membuat efektivitas anggaran pilkada untuk dimaksimalkan dalam menangani covid 19,” beber Andi Aan.
“Kami di PKB sepakat untuk atas penundaan pilkada demi kemanusaan karna konstitusi tertinggi adalah kesalamatan rakyat. Mari kita bersatu dulu melawan Covid-19,” tutup Andi Aan.
Sebelumnya, Direktur Nurani Strategic Nurmal Idrus berpendapat, jika panemik covid-19 tidak berakhir di 2021, maka pilihannya ada di 2024.
“Menunda ke 2021 adalah pilihan terbaik. Kecuali wabah ini tak bisa diatasi sampai 2021 tahun depan maka tentu menundanya ke 2024 bisa jadi pilihan,” ungkap yang Direktur Nurani Strategic Consultant itu.
(nw)
red: gun





