‘KPK Sudah Berubah’, Djusman Desak Komisioner dan Dewas Jawab Keraguan Publik

  • Whatsapp
Djusman AR saat berorasi di depan kantor DPRD Sulsel menolak revisi UU KPK.(IST)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –— Penolakan banyak pihak saat Firli Bahuri mencalonkan diri jadi Ketua KPK dengan alasan bakal melemahkan lembaga anti rasua tersebut mulai terjawab. ‘KPK sudah berubah’, pun mulai digaungkan.  Itu yang ada di benak publik saat ini. Penggiat anti korupsi di Makassar pun mulai gerah.

KPK yang diharap bisa menjadi ujung belati pemberantasan korupsi, kini  mulai melempem. Bahkan terkesan tidak ditakuti lagi. Karena itu KPK didesak untuk membuat pernyataan terbuka guna menjawab keraguan publik pascamundurnya Febri Diansyah.

Muat Lebih

Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi Djusman AR mengatakan, mundurnya Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah tentu menohok perhatian publik. Apalagi Febri mundur dengan pernyataan “KPK sudah berubah”.

“Pernyataan saudara Febri itu jelas menjadi teka-teka bagi publik. Bahwa terkait faktor revisi UU KPK No 19/19 dengan keberadaan Dewas dan hal-hal lainnya yang substansial berkait mekanisme kerja, ya memang menjadi persoalan hingga sekarang,” kata Djusman.

Dia menegaskan, dirinya termasuk yang paling menolak revisi UU KPK No.19/2019.

“Saya termasuk yang menolak revisi tersebut. Bahkan saya terlibat memimpin aksi di Makassar,” tegas Djusman.

Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar itu juga mengatakan bahwa yang lebih memantik perhatian publik adalah pengunduran diri Febri Diansyah hampir bersamaan dengan penjatuhan sanksi tertulis kepada Ketua KPK Firli Bahuri dalam sidang etik.

Pos terkait