INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan mengecam pernyataan Menteri Perekonomian RI Airlangga Hartarto yang mengatakan jika aksi penolakan Omnibuslaw yang meledak beberapa waktu terakhir, disponsori.
Kecaman itu diungkapkan oleh Ketua PKC PMII Sulsel Ahmad Sirajul Munir dalam keterangan resminya, Sabtu (10/10/2020). Menurutnya, pernyataan Ketua Umum DPP Golkar itu sangat berbahaya, sebab mengandung fitnah.
“Apa yang disampaikan Airlangga sangat tidak berdasar pasalnya dia mengakatan mengetahui. Statementnya itu sangat general dan berbahaya jika tidak dijelaskan secara spesifik siapa yang dibayar dan membayar,” tegasnya.
“Kami di PMII juga ikut terlibat se Indonesia, saya menganggap bahwa ini merupakan fitnah jika pernyataan ini mengarah ke organisasi kami,” sambung Uul, sapaanya.
Uul berpendapat, sikap Airlangga lewat pernyataannya tersebut berpotensi menambah peluang kerusuhan di berbagai daerah, apalagi dilakukam saat situasi sedang tidak kondusif akibat akso demonstrasi penolakan UU Cilaka.
“Mekopolhukam aja tidak ada komentar soal ini dibayar dan berbayar,” kata Uul.
Alumni Fakultas Hukum UMI ini menaruh curiga kepada Airlangga, sebab diketahui latar belakangnya yang merupakan seorang Pengusaha Tambang.
“Yang dimana basik diakan pengusaha ya mungkin aja ada kepentingan terkait UU Omnibuslaw yang saat ini gencar ditolak dari berbagia element,” imbuh Ahmad.
“Kami Ingatkan, bahwa gerakan moral Mahasiswa Akan Sangat Sulut ditunggangi, Karena lahor Dari situasi dan keadaan. Ingat pak fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan pak,” tutup Ahmad.(nw)





