Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Pengprov Sulsel, Junaedi membahas rencana strategis yang sudah dan akan dilakukan oleh pasangan Prof Andalan.
‘’Dua tahun ini yang sudah dilakukan adalah komposisi dan pengalokasian belanja secara fundamental di APBD dilakukan rekstrukturisasi alokasi belanja. Ada komposisi yang bergeser maksimal,” ungkap Edi, sapaanya.
Dari sisi belanja modal yang selama ini Rp 9 triliun sampai Rp 10 triliun total APBD, lanjut edi, yang teralokasi 10 – 11 persen.
‘’Orientasinya, memberikan pelayanan masyarakat khususnya mendorong optimalisasi infrastruktur publik. Kita tekan belanja operasional. Mulai 2019 komposisi belanja modal 20 persen. Dari total APBD yakni Rp 2 triliun,” ujar Edi.
Ia mengakui ini konsekwensinya memang ada yakni ada pos belanja lain yang ditekan. Dalam APBD juga ada alokasi bantuan keungan. Tahun anggaran 2019, Rp 370 miliar.
‘’Bandingkan 2018, yang hanya Rp 30 miliar alokasi stimulus kepada kabupaten dan kota di Sulsel yang dimaksudkan untuk akselerasi pembangunan,” katanya.






