Baru 2 Tahun Pimpin Sulsel Prof Andalan Dinilai Berhasil Bawa Perubahan Besar

Edi mengakui dalam struktur perekonomian Sulsel masih didominasi oleh belanja pemerintah. Sehingga saat ini Pemprov Sulsel mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat di tengah pandemi Rp 1,3 triliun.

Dari 34 provinsi, hanya 7 daerah yang mendapatkan alokasi program pemulihan ekonomni nasional. Sulsel mendapat kepercayaan menjadi akselator utama Rp Rp 3 triliun. Jauh di atas Sulut, Rp 600 miliar, bahkan, DKI Rp 3 triliun dan Jabar Rp 2 triliun.

Bacaan Lainnya

‘’Tidak salah Presiden mensupport Sulsel untuk pemulihan ekonomi. Sebab 47 persen pertumbuhan ekonomi di Kawasan Indoensia Timur berasal dari Sulsel,” ungkap Edi.

Menurut Edi, belanja anggaran yang selama ini hanya 10 persen meningkat menjadi 20 persen. Begitu juga stimulus ke daerah.

‘’Sebelumnya Sulsel itu berada di urutan ke 25. Sekarang sudah tidak lagi sejak dua tahun keemimpina  Pak Nurdian Abdullah,” katanya.

Sementara itu Dirut Perseroda Taufiq Fachruddin menyebut 1,5 tahun memimpin perusahaan milik Pemprov Sulsel, ia sudah mampu menyetor ke kas daerah.

‘’Sebelumnya Perusda sama sekali tidak pernah ada setoran ke kas daerah. Sekarang kami sudah menyetor ke kas adaerah untuk menunjang PAD Sulsel,” ujar Taufiq, bangga.

Ia berjanji kedepannya Perseroda yang dipimpinnya bisa menyumbang pendapatan daerah sampai ratusan miliar.

‘’Ada dua proyek besar yang dipercayakan oleh Pemprov Sulsel kepada kami untuk dikelola yakni twin tower yang anggarannya Rp 1,9 triliun dan proyek tol Makassar-Bulukumba yang anggarannya Rp 16 triliun,’’ ungkap adik ipar Nurdin Abdullah ini.(riel)

Direktur Utama (Dirut) Perseroda Sulsel, Taufik Fachruddin.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Pos terkait