Sementara untuk 2020 Nurdin Abdullah mendorong anggaran lebih besar lagi yakni Rp 500 miliar. Di Sulsel menurut Edi, pos bantuan keuangan jadi salah satu yang dijaga oleh NA. Apalagi selama pandemi berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulsel.
‘’Mengalam kontraksi yang sangat dalam. Ini sejarah dan untuk perama kali terjadi gejolak pertumbuhan ekonomi Sulsel 3,8 persen,” sebut Edi
Bagi Pemprov Sulsel ini tantangan. Karenanya target dikwartal 4 bisa tumbuh positif. Proyeksi di Bappeda kontraksinya di bawah nol.
‘’Sulsel diharap bisa aktif sebagai lokomnotif perekonomian di Intim sehingga taksiran kita antara pemprov dan pemkab/kota kita akan mewujudkan pertumhuhan ekononi yang berkualitas dan menjadi champion pertumbuhan secara nasional.
Edi mengakui dua tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Sulsel tertinggi. Inilah yang harus dijaga. Karena itu harus ada upaya-upaya yang dilakukan.
‘’Utamanya mengamankan potensi yang ada. Pertanian menjadi salah satu faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi kita bagus. Tumbuhnya positif. Meski tidak bisa mengimbangi sektor yang mengalami pertumbuhan negatif,” urai Edi.
Ia mencontohkan sektor konstruksi yang kontarktif 6 persen. Sementara pertanian mengalami peningkatan hanya 2 persen.
‘’Jadi tidak bisa mengimbangi. Termasuk sektor perdagangan.
Oleh karena Pak Gubernur meminta untuk menjaga sektor pertanian tetap tumbuh positif,’’ katanya.
Di bagian lain edi memaparkan upaya meningkatkan pergerakan sektor yang mengalami pertumbuhan negatif yang sangat dalam. Salah satunya sektor konstruksi.






