INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Indonesia dapat dikatakan sebagai wilayah yang rentan dilanda bencana banjir dan menyebabkan timbulnya kerugian material hingga korban jiwa.
Hal ini menjadi landasan pembicaraan dalam webinar nasional yang dilaksanakan Fakultas Teknik Universitas Bosowa (Unibos) dengan mengusung tema “Mitigasi Bencana Banjir Dalam Masa Pandemi Covid-19”.
Kegiatan yang dilakukan secara online ini turut disaksikan 500 peserta dari lintas provinsi via Zoom, Instagram dan aplikasi Youtube yang dapat di akses kembali melalui channel Universitas Bosowa.
Dalam webinar nasional ini menghadirkan pemateri Pj Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari/Ketua HATHI Sultra Haeruddin C. Maddi, Dosen Institut Teknologi Sepuluh November, Nadjadji Anwar dan Rektor Unibos Muhammad Saleh Pallu yang sekaligus membuka kegiatan webinar tersebut.
Ketua Jurusan Teknik Sipil Unibos, Hadijah Yuniarti mengatakan tujuan dari webinar ini merupakan implementasi program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud).
“Kegiatan ini kami laksanakan bersama mitra kami Universitas Muhammadiyah Pare-pare, Universitas Fajar, Institut Teknologi Sepuluh November, Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang, dan Pemerintah Kota Makassar,” ucapnya Hadija.
Selanjutnya Rektor Unibos, Muhammad Saleh menjelaskan dalam sambutannya banjir merupakan bencana tahunan yang sering melanda dibandingkan bencana-bencana lainnya di beberapa wilayah Indonesia termasuk di Kota Makassar.
“Itu tidak bisa di hindari karena itu adalah fenomena alam, kita hanya bisa merekayasa penanganan banjir sehingga dapat mengurangi dampak negatif yang di akibatkan oleh banjir, menyebabkan dampak kerusakan yang ditimbulkan seperti kerusakan infrastruktur, ekonomi dan psikologis.”
“Semua bencana itu datangnya tiba-tiba, oleh karena itu kita harus cegah sebelum terlambat,” lugas Saleh. (andi)






1 Komentar
Komentar ditutup.