Manajer Tim Tinju Sulsel Muh Tawing mengaku kecewa atas keputusan hakim. Padahal menurutnya Indri lebih banyak melakukan serangan. Bahkan sejumlah pukulannya telak di wajah lawannya.
‘’Lagi-lagi kami dikalahkan karena non tehnis. Ini penilaian dan keputusan yang sangat tidak adil. Inilah dampak dari tidak dilibatkannya pengurus cabor mendampingi atlet di PON Papua. Tinju itu olahraga tidak terukur. Kami lebih paham soal itu. Inilah yang kami kwatirkan. Hal-hal non tehnis dapat mengalahkan segalanya,’’ tegas Tawing.
Tawing menuding kegagalan ini akibat ulah Satgas PON Sulsel yang sama sekali tidak menghargai jeripayah pengurus cabor yang telah membina dan melahirkan atlet hingga lolos ke PON XX Papua.
‘’Satgas PON harus bertanggungjawab atas kegagalan ini. Mereka hanya menghabiskan uang rakyat. Apa gunanya mereka ada di sana kalau hanya sekadar jalan-jalan,” cetus Tawing.
Padahal, lanjut dia, kalau mereka punya tanggungjawab, seharusnya para Satgas hadir saat atlet bertarung demi membawa nama baik Sulsel di kancah nasional.
‘’Orang-orang Satgas PON Sulsel itu harusnya hadir mulai babak penyisihan. Bukan nanti setelah final baru mereka datang nonton sambil tebar pesona. Seharusnya sejak babak penyisihan mereka hadir untuk memberi motivasi kepada atlet,” pekik Tawing.(riel)






