Dosen FS UMI Ajar Bahasa Inggris MA PP Mizanul Ulum Sanrobone Takalar lewat Permainan

Pengadian Dosen FS UMI di Takalar

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Dosen Fakultas Sastra (FS) Univesrias Muslim Indonesia (UMI), Dr. Muhammad Yunus, S.S.,M.Pd. (ketua) dan Sitti Halijah, S.S.,M.Pd (anggota) melaksanakan pengabdian pada masyarakat desa di Madrasah Aliah (MA) Pondok Pesantren (PP) Mizanul Ulum Sanrobone, Takalar, beberapa waktu lalu.

Pengabdian pada masyarakat desa, selain pengajaran dan penelitian, merupakan salah satu tugas dosen UMI yang dilaksanakan setiap tahun. Kedua dosen pengabdi tersebut telah melaksanakan pengajaran berbahasa Inggris melalui permainan kepada 14 siswa Madrasah Aliah kelas XI.

Bacaan Lainnya

Muhammad Yunus mengungkapkan, Bentuk kegiatan pada pengabdian ini adalah memberikan pengajaran bahasa Inggris melalui permainan (game).

“Sebelum pembelajaran dimulai para dosen pengabdi bersama dua mahasiswa berkoordinasi dengan pimpinan pondo pesantrnen terkait dengan pembelajaran tersebut, mulai dari tempat, sarana prasana, konsumsi, alat tulis untuk peserta, materi pembelajaran, dan evaluasi,” ungkapnya.

Pada hari pertama, kata mantan Wakil Dekan III FS UMI ini, pembelajaran berlangsung selama 3 jam. Pada pertemuan ini, para dosen pengabdi terlebih dahulu memberikan tes awal untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris siswa.

“Selanjutnya, peserta diminta juga untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris tentang diri mereka kira-kira 2 sampai 3 menit. Kegiatan tersebut bermaksud untuk mengetahui kemampuan awal bahasa Inggris siswa secara langsung selain tes awal sebelum mereka diberikan materi pembelajaran,” bebernya.

Setelah mereka memperkenalkan diri, dosen pengabdi sudah dapat mengukur kemampuan bahasa Inggris siswa baik dari aspek pengucapan maupun dari aspek kosa kata siswa.

Kemudian diberikan koreksi pengucapan terkait perbedaan bunyi-bunyi dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia setelah siswa memperkenalkan diri. Pengabdi juga menyampaikan bahwa setelah pembelajaran ini selesai dilaksanakan, maka akan diadakan evaluasi kembali untuk membandingkan hasil evaluasi awal dan hasil evaluasi akhir.

“Para pengabdi tentu saja berharap adanya peningkatan kosa kata serta kemampuan berbahasa Inggris dari setiap peserta setelah pembelajaran ini selesai. Setelah sesi evaluasi awal selesai dilaksanakan, pengabdi mulai menyampaikan materi yang dikutip dari (Claire, 2018) yang akan dipelajari selama pembelajaran, di antaranya: Whole-Body Involvement With Total Physical Response (TPR) Activities yang mencakup berbagai respon fisik,” imbuhnya.

Setelah penyampaian materi pembelajaran sesi satu jam pertama, pengabdi memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami terkait dengan materi pembelajaran. Selanjutnya pada pembelajaran sesi satu jam kedua membahas materi berikut ini dengan metode permainan, seperi rumus berikut:

TPR1: Stand/Sit/Raise/Close/Open/ Eyes/Mouth/Hands/Book;
TPR 2: Touch/Put + Ears/Pencil/Chair/Table/Crayons/Boy/Girl
Selanjutnya pada pembelajaran sesi satu jam ketiga membahas materi di bawah ini:
TPR 3: Around the Room
TPR 4: Verb Commands + Negative Commands With “Stop”

Pada hari kedua, pembelajaran juga berlangsung selama tiga jam. Pembelajaran sesi satu jam pertama, kami membahas materi berikut ini:
TPR 5: Verb Commands + Negative Commands With “Don’t”
TPR 6: Verbs of Motion + Places
Kemudian pembelajaran sesi satu jam kedua, kami membahas materi berikut ini:
TPR 7: More Verbs of Motion + Places
TPR 8: Write/Erase + Name/Numbers/Letters/Words
Selanjutnya pembelajaran sesi satu jam ketiga, kami membahas materi berikut ini:
TPR 9: Draw/Cross Out + Line/Circle
TPR 10: Copy + Word (Number) Times

Pada hari ketiga, pembelajaran juga berlangsung selama tiga jam dengan materi Action Game: I see/ Simon says/ All around the school. Pada sesi ini, tiga action game berturut turut dipraktekkan oleh siswa. Pada akhir pembelajaran ini, dosen pengabdi memberikan lagi tes dengan soal yang sama pada tes awal sebelum pembelajaran dimulai.

Hasil evaluasi akhir setelah peserta diberikan pembelajaran selama beberapa sesi, mereka terlihat ada kemajuan dalam membangun kosa-kosa kata serta cara penyebutannya. Selain hal tersebut kepercayaan diri mereka sudah mulai kelihatan.

Hal tersebut terlihat dari cara mereka berbahasa Inggris sudah lebih baik daripada sebelum pembelajaran diberikan. Mereka juga mengatakan bahwa setelah diberikan pengajaran mereka dapat mengerti lebih jauh tentang kosa-kosa kata bahasa Inggris yang terkait dengan fisik dan bahkan bisa langsung menggunakannya dalam berbahasa Inggris.

Dengan pembelajaran bahasa Inggris melalui permainan yang dilaksanakan oleh dosen pengabdi ini, Wakil Kepala Sekolah Madrasah Aliah, Dra. Hj. Munawar, berharap semoga para siswa yang mengikuti pembelajaran ini dapat mendalami lebih jauh tentang metode itu untuk bisa diajarkan kepada siswa lainnya yang tidak mengikuti program ini.

Selain itu, Hj Munawar mengucapkan terima kasih kepada para pengabdi pada khususnya dan kepada UMI pada umumnya, dan Ibu Wakasek berharap semoga kegiatan seperti ini senantiasa berkesinambungan.

“Sehingga dapat memberikan kontribusi khususnya peningkatan kemampuan berbahasa Inggris bagi para siswa Pondok Pesantren supaya mereka bisa ikut berkompetisi dalam lberbagai kegiatan lomba, seperti lomba pidato bahasa Inggris dan lomba debat,” tutupnya. (*)

Pos terkait