KMK UNM Sukses Gelar Baksos di Perbatasan Sulsel dan Sulbar

Anggota KMK UNM berfoto bersama setelah sukses menggelar Bakti Sosial di Batusittene, Lembang Sangpeparikan, Kecamatan Mappak, Kabupaten Tana Toraja, pada 7-13 Januari 2018.

INFOSULSEL.COM, TANA TORAJA – Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Negeri Makassar (KMK UNM) sukses menyelenggarakan Bakti Sosial (baksos) di Batusittene, Lembang Sangpeparikan, Kecamatan Mappak, Tana Toraja, pada 7-13 Januari 2019.

Baksos yang berpusat di Gereja Katolik Stasi St. Ignasius Batusittene ini merupakan bentuk nyata KMK UNM dalam menjalankan salah satu poin Tri Dhrama Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Baksos KMK UNM, Agung Lorencius Tiku mengungkapkan, lokasi yang berada di perbatasan Kabupaten Tana Toraja (Sulawesi Selatan) dan Kabupaten Mamasa (Sulawesi Barat) tersebut dipilih karena dianggap masih tertinggal dibandingkan daerah lain yang ada di Tana Toraja terutama akses menuju daerah tersebut.

“Ini permintaan langsung dari warga Batusittene dan lokasinya juga sesuai syarat yang ditentukan. Kami harus berjalan kaki kurang lebih tujuh kilometer karena jalannya hanya bisa dilewati motor itupun kalau jalannya kering,” ungkap Agung kepada INFOSULSEL.COM, Kamis (17/1/2019).

Kondisi jalan menuju Batusittene, Lembang Sangpeparikan, Kecamatan Mappak, Kabupaten Tana Toraja.

Mahasiswa program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) UNM ini menyebut, baksos kali ada empat agenda penting namun lebih difokuskan pada pembangunan Gereja Katolik Stasi St. Ignasius Batusittene.

“Kami membantu masyarakat di sana mengumpulkan material seperti pasir dan kerikil serta penggalian untuk pondasi pembangunan gedung gereja yang baru,” terang mahasiswa angkatan 2016 ini.

Adapun tiga agenda lain adalah penyuluhan pendidikan dan pertanian yang diadakan di sekitar gereja, mengajar di beberapa sekolah yang ada di daerah Batusittene, serta menggelar pertandingan olahraga bola voli dan sepak takraw.

“Meski sumbangsih kami tidak seberapa, tapi semoga dengan kehadiran kami dapat memberi pengaruh dan inspirasi kepada masyarakat Batusittene serta menjadi cambuk kepada pemerintah Tana Toraja agar lebih memperhatikan daerah tersebut,” harap Agung.

Adapun baksos yang diselenggarakan selama kurang lebih satu pekan ini diikuti oleh 95 peserta yang merupakan anggota KMK UNM.(*/16)

Pos terkait

1 Komentar

Komentar ditutup.