Kesandung  Penyalahgunaan Senpi, Reza Ali : Bang Hasan, Bertaubatlah

Reza Ali bersama Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas Abbas .(FOTO: SRI SYAHRIL)
Hasan Basri alias Bang Hasan tersangka pengancaman dan penodongan pistol.(DOK)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Reza Ali, kawan lama Hasan Basri alias Bang Hasan, kaget ketika mendengar bos besar PT Tosan Permai Lestari itu kembali kesandung masalah penyalahgunaan senjata api.

‘’Wah, bermasalah lagi? Saya kira Bang Hasan itu sudah bertaubat, ternyata masih seperti koboi ya,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan (PP-Sulsel) pertama, Reza Ali, Kamis (30/5/2019).

Kepada aparat kepolisian Reza meminta untuk menangani kasus ini secara profesional.  ‘’Sebagai kawan lama, saya tahu apa yang akan dilakukan oleh bang Hasan jika menghadapi masalah hukum. Orang yang kenal saya dan Bang Hasan pasti tahu maksud saya,’’ ungkap Reza, tersenyum.

Bacaan Lainnya

Bang Hasan telah berstatus tersangka sejak 28 Mei 2019. Sayangnya informasi yang diterima INFOSULSEL.COM menyebutkan Hasan hanya dijerat pasal 335 ayat 1 dan 336 ayat 1. Ia juga  belum merasakan dinginya tidur di balik jeruji besi Polres Pelabuhan Makassar. Sakit, jadi alasan penyidik tidak menjebloskan Bang Hasan ke penjara.

Hasan dilapor karena  menodong dan mengancam Hendri dengan pistol. Kejadiannya  di loby Karebosi Condotel Hotel Ahad (26/5/2019). Hotel ini milik pengusaha yang juga mengelolah perut Lapangan Karebosi dan menjadikannya pusat perbelanjaan bernama Karebosi Link sejak 2007.

Hendri sendiri seorang pengusaha kelahiran Jeneponto, Ia salah satu dari ratusan pedagang yang menyewa kios di MTC, milik Hasan di Jalan Ahmad Yani, Makassar.

‘’Saya kira Bang Hasan itu sudah bertobat. Ternyata gaya hidupnya masih seperti dulu.  Kemana-mana bawa pistol. Untuk apa bawa-bawa pistol segala. Memangnya Indonesia ini tidak aman? Sepertinya Bang Hasan ini tidak percaya dengan aparat keamanan kita,” tanya Reza yang dikenal dekat dengan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ini.

Mantan Anggota DPRRI dari Partai Demokrat ini mengaku sangat mengenal karakter Bang Hasan. Keduanya  sudah puluhan tahun berteman. Sebelum terjun ke dunia poltik Reza adalah pengusaha hingga saat ini.

‘’Bang Hasan sebenarnya, baik. Tapi yang tidak saya suka dengan  sifatnya, dia selalu merendahkan orang lain. Prinsip Hasan itu, semua bisa dibeli dengan uang,” ungkap Reza.

Karena sifat buruknya itu Bang Hasan beberapa kali bertikai dengan sesama pengusaha di Makassar. Setiap kali meninggalkan masalah, kata mantan Ketua Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP-Pertina) ini pelarian Bang Hasan pasti terbang ke Singapur. Reza berharap Bang Hasan sadar bahwa sebagai manusia biasa semua orang di muka bumi ini punya kelemahan.

‘’Tidak ada yang jago di dunia ini. Apalagi hanya seorang Bang Hsan. Manusia itu selain mahluk individu, juga mahluk sosial. Kebutuhan, kemampuan dan kebiasaan kita adalah berkomunikasi dan berinteraksi dengan  sesama manusia lainnya. Interaksi ini berbentuk kelompok. Kelompok manusia ini disebut zoon politicon,” jelas kakak kandung Ketua MPW PP Sulsel, Diza Rasyid Ali ini.

Ia berharap Hasan tidak selalu mengandalkan harta kekayaanya dalam menilai orang lain. Entah itu masyarakat biasa, tokoh maupun aparat.  Janganlah selalu nengok ke atas. Di bawah juga perlu diperhatikan. Ingat, tidak semua orang bisa dibeli dengan uang,” tegas Reza.

Ia juga berharap kasus penyalahgunaan senjata api yang dilakukan Bang Hasan menjadi kasus terkahir yang dihadapinya.  ‘’Sudah saatnya Bang Hasan itu instrispeksi diri. Umur sudah tua. Dia harus segera sadar dan merubah sifat-sifat buruknya. Jangan lagi arogan,” imbuh Reza.

Sebagai sahabat lama,Reza juga meminta kepada Bang Hasan untuk melepaskan pistol yang selalu dibawa ke sana kemari. ‘’Negara ini negara hukum, bukan negara koboi. Kalau ada masalah serahkan semua kepada aparat kepolisian yang siap melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan. Lagi pula  Makassar ini cukup aman. Ngapain bawa-bawa pistol segala,” kata Reza.

Reza juga berharap Bang Hasan perbanyak beramal. Minta maaf kepada korban. Ubah sikap dan perilaku. Tidak perlu lagi curiga sama orang di sekelilingnya.

Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Sulsel, Andi Ifal Anwar, SH, MH menegaskan akan terus mengawal kasus Bang Hasan yang kini ditangani Polres Pelabuhan.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait