Menanggapi hal ini, pengamat politik Ali Armunanto menilai dinamika Pilwali Makassar masih sangat dinamis. Tetapi, kata dia, memasuki 5 bulan menuju Pilwali, sudah waktunya parpol menentukan jagoannya.
Appi yang saat ini belum mendapatkan kepastian dukungan dari partai harus berjuang untuk memastikan diri bisa bertarung.
“Iya kalau kita lihat kondisi sekarang sangat kritis apa bila Appi tidak memperjuangkan dengan lebih serius. Saya rasa dia akan kehilangan kesempatan untuk menjadi calon seperti Ical, None, dan Danny,” ujar salah satu dosen di Universitas Hasanuddin (Unhas) ini saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (1/7/2020).
Menurur Ali, Appi harus bekerja keras untuk mengunci beberapa partai. Jika tidak maka dia bakal jadi penonton. Meski begitu, menurutnya bakal calon yang tenang akan sangat berbahaya dan patut diwaspadai oleh rivalnya.
”Apalagi Appi punya pengalaman dengan partai politik. Tapi saya malah justru berfikir yang memenangkan pertarungan pilwali di tahun ini justru pemain yang tenang, yang tidak terlalu banyak bicara, tapi belakangan baru memperlihatkan hasilnya yang akan mengejutkan pada akhirnya,” katanya.
Ali menyebut sampai awal Juli ini belum ada satupun calon yang pasti dukung oleh partai. Sebab semua masih bisa berubah. Apalagi belum ada satupun partai politik menyerahkan rekomendasi dalam format yang akan jadi syarat mendaftar di KPU.
“Nah, beberpa partai mencoba mendekati beberapa calon. Misalnya yang Golkar tadinya sudah menyatakan dukunganya ke Danny. Tapi tiba-tiba beralih ke None. Lalu kemudian beberapa partai lainya yang tadinya sudah melakukan penjajakan tiba-tiba langsung berbelok arah ke calon lain. Jadi semua masih dinamis,” jelas Ali. (andi/riel)





