Polda Sulsel Gagalkan 13 Kg Sabu dan 2.900 Ekstasi

  • Whatsapp
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam memperlihatkan 13 Kg sabu dan ribuan ekstasi dari empat tersangka.(IST)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Satuan Narkoba Kepolisian Daerah Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil menggagalkan peredaran sabu seberat 13 kg dan 2.900 pil ekstasi dari empat pelaku yang diamankan di sejumlah tempat.

Hal itu diungkapkan Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam, saat sesi konferensi pers di Polrestabes Makassar, Kamis (24/9/2020) di Mapolrestabes Makassar

Muat Lebih

”Keempat pelaku sudah kami amankan beserta barang buktinya,” jelas Merdisyam.

Mantan Kapolda Sulawesi Tenggara ini melanjutkan pelaku yang pertama diamankan adalah MAF pada Minggu (20/9/2020), sekitar pukul 19.00 Wita di Rumah Kos Jalan Bontosunggu, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

“Ditemukan satu saset plastik berisi 8 butir tablet warna biru berbentuk logo Barcelona di dalam bungkusan rokok,” ungkap jendral berbintang dua itu.

Di depan polisi MAF bernyanyi. Saat pengembangan dihari yang sama polisi menangkap lagi pelaku lainnya yakni AT tertangkap. Dari tangannya ditemukan beberapa butir ineks dan sabu.

“Di dalam dompet bewarna coklat ditemukan tiga sacset plastik berisi kristal bening, 8 saset berisi 57 butir tablet extasi warna biru berbentuk logo Barcelona dan sebuah handpone,” tambah Merdisyam.

Pengembangan selanjutnya, Senin (21/9/2020) siang sekitar pukul 11.30 WITA, peluku ketiga berinisial AZM diamankan. Ditemukan pula barang bukti narkoba saat ditangkap di Jalan Hertasning Perum Bumi Permata Hijau, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Dari hasil introgasi AZM dan dua pelaku lainnya, dilakukan penyelidikan kembali oleh Tim khusus Ditres Narkoba Sulsel sehingga pelaku keempat ditemukan.

“Rabu (23/9/2020) lelaki inisial MM pun diamankan pukul 10.00 Wita di Jalan Racing Center Komp. UMI Blok A 13 Karampuang, Kec. Panakkukang,” katanya.

Para pelaku sijerat pasal 114 ayat 2 SUBS pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI NO. 35 tahun 2019 tentang narkotika.

“Ancaman hukuman para tersangka adalah pidana mati,  penjara pidana seumur hidup atau pidana paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun,” sebut Kapolda Irjen Merdisyam. (san/riel)

Pos terkait