Sri menyebut dedikasi dan loyalitas Tawing selama dua periode menakhodai Pengkot Pertina, tak perlu diragukan lagi. Ini dibuktikan dengan prestasi Makassar di Porda Pinrang 2018 lalu. Makassar mampu meraih prestasi membanggakan yakni juara umum dua dengan perolehan medali 3 emas, 2 perak dan 1 perunggu.
‘’Prestasi ini jauh lebih baik dibanding hasil yang diraih pada Porda Bantaeng yang hanya 1 medali emas,” katanya.
Karena itu baik Tawing maupun Sri Syahril berharap kepengurusan selanjutnya bisa melebihi prestasi yang dicapai oleh kepengurusan Pertina Kota Makassar di masa M Tawing.
‘’Minimal menyamai termasuk menyamai menggelar event dan mengikuti berbagai even di Indonesia,” sebut Sri, salah satu wartawan senior di Kota Makassar ini.
Apalagi, ungkap Sri, setiap tahun kejuaraan yang digelar di Makassar selalu dinantikan oleh pengurus Pertina, paltih dan petinju di berbagai daerah di Indonesia.
“Karena memang setiap kali kami buat kejuaraan di Makassar selalu ada yang berbeda. Baik dari disain piala, medali maupun pelayanan kami yang benar-benar prima. Makanya event di Makassar selalu dinantikan oleh pengurus di daerah lain,” ujar Sri yang diamini M Tawing.
Sementara itu prestasi lain yang ditorehkan M Tawing di masa kepemimpinannya yakni mampu meloloskan tiga petinju asal kota Makassar lolos PON XX 2021 di Papua. Ketiganya adalah Jhon Yambe, kelas 75 Kg, Indriawati Haer, kelas 54 Kg Putri dan Yosua Holy Masihor kelas 52 Kg.
Nama terakhir selain meraih medali emas pada Pra PON di Ternate, Maluku Utara, juga dinobatkan sebagai petinju terbaik nasional.
‘’Selain tiga atlet kami lolos PON, dua pelatih tinju Kota Makassar, Alberth Lala’ar dan Dufri Masihor juga dipercaya oleh Pengprov Sulsel menjadi pelatih tim tinju Sulsel pada PON XX Papua,” kata Tawing, bangga.(andi)






