Saat baru terpilih, putra berdarah Takalar ini sempat diprotes oleh segelintir pihak yang tidak menginginkna dia menakhodai PSSI Makassar. ‘’Bahkan saya sampai didemo. Saya ditolak karena alasan menjabat sebagai Keta KONI Makassar,’’ ungkap tokoh muda berdarah Takalar ini.
Tapi Ahmad tak gentar. Ia pantang mundur. Sebagai putra berdarah Bugis Makassar, ayah tiga anak ini memegang teguh prinsip leluhurnya, Kuallaengi tallanga na towalia. Yang sekali layar terkebang surut kita berpantang. Bagi Ahmad Susanto, ia pantang menyerah sebelum niatnya tercapai apapun resikonya.
‘’Niat kita tulus dan ikhlasan. Akhirnya kita bisa memperlihatkan. Kita di sini tidak ada tujuan ataupun motivasi lain. Semata-mata hanya ingin membangun sepak bola Kota Makassar yang jauh lebih baik ke depannya,” tegas lelaki yang akrab disapa Daeng Buang, ini.
Jabatan, lanjut Ahmad Susanto hanyalah sebuah jembatan dan transformasi. ‘’Yang paling penting bagaimana kita menyiapkan pemetaan jalan ke depan. Sehingga, bisa diketahui akan seperti apa jadinya kita membawa sepak bola di Kota Makassar ini,” tegas Ahmad Susanto.
Juga hadir Harry van der Zee, seorang pengusaha yang juga menjabat GM PSV Eindhoven, Jesse Pronk, CEO SC Heerenveen dan Fedde Pronk, seorang konsultan sepak bola internasional yang juga salah satu investman sport yang banyak berinvestasi di bidang olahraga.
Pada kesmpatan tersebut
Ahmad Susanto kini sah memimpin Askot PSSI Makassar untuk periode 2022-2026. Sebelumnya ia terpilih secara aklamasi pada Kongres Luar Biasa Askot PSSI di Hotel Santika pada 12 Desember 2022 lalu.(riel)





