INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Guna memantapkan persiapan pengamanan dan mengawal setiap tahapan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Makassar menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), Rabu (27/3/2019) siang.
Simulasi melibatkan 266 personil kepolisian, terdiri dari pasukan Bulshit, Pleton Kepolisian Wanita (Polwan) sebagai tim negosiasi, Dalmas, Tim PPK, Patroli Motor Satuan Samapta Bhayangkara (Patmor Sabhara), dan Lantas.
Dalam simulasi tersebut, polisi unjuk ketangkasan dalam menghadapi berbagai upaya gangguan apabila terjadi di setiap tahapan Pemilu 2019 di hadapan para penonton.
Dalam adegan digambarkan, pendukung salah satu calon tidak puas dengan hasil penghitungan suara sebab calon yang didukungnya kalah.
Situasi berkembang hingga terjadi aksi unjuk rasa besar-besaran oleh pendukung calon yang kalah, mereka menuntut dilakukan pemilihan ulang.
Polisi pun menerjunkan Pleton Polwan untuk melakukan negosiasi namun upaya ini menemui jalan buntu.
Situasi pun berubah menjadi kericuhan karena pendukung calon yang kalah berbuat anarkis, akhirnya petugas kepolisian menerjunkan Pleton Dalmas dan aksi saling dorong pun mulai terjadi antara polisi dengan massa.
Para pengunjuk rasa sempat membakar ban bekas dan semakin tidak terkendali serta mulai melempari petugas kepolisian yang mengamankan aksi tersebut.
Petugas akhirnya menerjunkan water cannon untuk menghalau massa dan langkah ini berhasil dimana massa akhirnya berhasil dibubarkan sehingga situasi kembali kondusif.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memantapkan kesiapan pengamanan penyelenggaraan pemilu karena saat ini sudah masa kampanye serta semakin dekat rapat umum terbuka, masa tenang, pemungutan suara dan perhitungan suara,” ujar Kepala Polres (Kapolres) Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar saat ditemui usai pelaksanaan Simulasi Sispamkota.(*/RP)





