INFOSULSEL.COM, MAROS – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Maros menggelar latihan Sistem Penganaman Kota (Simpamkota) yang digelar tepat 12 hari menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di depan Markas Komando (Mako) Polres Maros, Sabtu (6/4/2019).
Kepala Polres (Kapolres) Maros AKBP Yohanes Richard Andrians SIK, SH mengatakan, latihan sispamkota ini sebagai antisipasi apabila pada pelaksanaan pemilu nanti terjadi ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Ancaman dan gangguan bisa saja kemungkinan terjadi mulai dari pengangkutan logistik, di masa tenang, serta di TPS sampai pada pemungutan suara baik di TPS, PPK, dan di KPUD,” ujarnya.
Dengan latihan ini, Richard berharap para petugas kemanan semakin siap menjaga pemilu agar berjalan aman dan lancar.
“Latihan simpamkota ini sekaligus sebagai wujud kesiapan unsur keamanan baik Polri, TNI, dan Pemda dalam melaksanakan Pemilu 2019 sebagai tanggungjawab kepada masyarakat,” ucapnya.
Adapun dalam latihan tersebut, diperagakan adanya masyarakat yang memaksa untuk mencoblos tanpa membawa surat undangan, tanpa membawa e-KTP, dan tidak membawa Surat Keterangan (Suket).
Mereka kemudian protes dengan membawa massa ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan hingga berujung kericuhan.
Namun, berkat koordinasi yang apik antara TNI dan Polri, kericuhan tersebut dapat ditangani dengan mendatangkan satu Kompi Pasukan Huru Hara (PHH), Pasukan Neogosiator, Pasukan Pengendalian Massa (Dalmas), dan Pasukan Patroli Bermotor Penguraian Massa (Patmor Raimas).(*/RP)





