Siap Ramaikan Pilkada Makassar, Rahman Bando : Doakan

  • Whatsapp

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Dr. H. Abd. Rahman Bando, SP, M.Si (ARB), bakal meramaikan bursa bakal calon di Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar pada 23 September 2020.

Namun adik kandung Bupati Enrekang Muslimin Bando ini memilih maju sebagai bakal calon wakil walikota Makassar. Kabarnya ARB yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar sejak 20 Februari 2020 ini bakal berpasangan dengan Munafri Arifuddin.

Muat Lebih

Kabar dari orang dekat Rahman Bando menyebut komunikasi dengan pihak Munafri Arifuddin sudah intens dilakukan sejak lama.

Saat dikonfirmasi INFOSULSEL.COM via pesan singkat WhatsApp (WA) Ahad (8/3/2020) malam Rahman Bando tak menampik rencananya itu. “Doakan,” jawab ARB, singkat.

Saat ini Munafri Arifuddin memang tengah fokus menetapkan bakal calon wakilnya melalui serangkaian riset dan analisis serta komunikasi politik. Salah satu kriteria calon pendamping bos PSM Makassar ini adalah birokrat senior.

Kalangan birokrat dipilih sesuai harapan publik. Ini merupakan hasil riset yang dilakukan oleh tim Appi yang menyebut berbagai kegaduhan pemerintahan di Pemkot Makassar sebelumnya karena tanpa birokrat di puncak pimpinan.

Rahman Bando nampaknya masuk dalam kriteria yang disebutkan Appi. Di lingkup Pemkot Makassar adik kandung Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando ini merupakan salah satu pamong senior. Ia bahkan kini diamanahkan merangkap jabatan, sebagai Kadis DP2 dan Plt Kadisdik Kota Makassar.

Doktor ilmu lingkungan hidup yang meraih gelarbya di Universitas Brawijaya Kota Malang 2016 lalu ini sebenarnya juga salah satu dari tiga calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar pada proses lelang jabatan beberapa waktu lalu. Dua lainnya yakni Andi Yasir dan Muh Ansar.

Dari tiga nama di atas Rahman Bando satu-satunya yang dijagokan oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Meski pada akhirnya Walikota Makassar yang saat itu dijabat oleh Moh Ramdhan Pomanto memilih Muh Anzar sebagai Sekda.

Bukan tanpa alasan Nurdin Abdullah menjagokan ARB. Di mata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu ARB seorang pekerja keras. Saat dipercaya menjabat Kadisdik, banyak yang menyangsikan kemampuannya. Alasannya, ARB tak punya latar belakang ilmu yang bisa mendukung jabatannya.

Namun pandangan itu ternyata salah. Sebab, ARB dilahirkan dalam keluarga pendidik. Ayahnya H. Bando (alm) Adalah seorang guru. Kakak kandungnya, Muslimin Bando bahkan sebelum menjadi Bupati Enrekang tokoh yang dikenal sangat religius itu juga adalah seorang guru. Bahkan mengelola yayasan Muhammadiyah di Kabupaten Enrekang. Juga pendiri KUD Kambiolangi di kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang beberapa tahun silam. KUD tersebut sangat maju. Bahkan pernah menjadi KUD terbaik nasional di tangan Rahman Bando dan kakaknya, Muslimin Bando di era Amin Syam menjabat Bupati Enrekang.

Meski bukan berlatar belakang sarjana pendidikan namun ARB melakukan pembuktian terbalik. Dia malah sukses memimpin Dinas Pendidikan kota Makassar. Bahkan prestasinya jauh melebihi para pejabat pendahulunya.

Pamong kelahiran Enrekang 10 Februari 1970 itu justeru sukses melahirkan tidak kurang dari 10 SMPN (Sekolah Menengah Pertama Negeri) dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 bulan, sekolah yang selama ini sangat diharapkan oleh masyarakat di beberapa kecamatan di kota Makassar yang begitu lama tak punya SMP, justeru bisa diwujudkan, Misalnya di kecamatan Makassar dibentuk dua SMPN baru.

Inovasinya sederhana saja. Sejumlah SD dalam satu kompleks, dipermak secara elegan. SD yang kurang siswa, digeser menempati ruang kelas yang dipandang mubasir. Tujuannya, agar di kompleks SD ini bisa didirikan SMP.  Ternyata langkah itu sukses luar biasa, dan mengundang decak kagum maasyarakat kota Makassar.

Bagi suami dari Drg. Sulpiah, ini  pekerjaan memang harus diseriusi agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

“Pada prinsispnya, untuk apa bekerja menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran, kalau pada akhirnya tak bisa mencapai prestasi yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara,” ujar Rahman Bando.(riel)

Pos terkait