Meski bukan berlatar belakang sarjana pendidikan namun ARB melakukan pembuktian terbalik. Dia malah sukses memimpin Dinas Pendidikan kota Makassar. Bahkan prestasinya jauh melebihi para pejabat pendahulunya.
Pamong kelahiran Enrekang 10 Februari 1970 itu justeru sukses melahirkan tidak kurang dari 10 SMPN (Sekolah Menengah Pertama Negeri) dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 bulan, sekolah yang selama ini sangat diharapkan oleh masyarakat di beberapa kecamatan di kota Makassar yang begitu lama tak punya SMP, justeru bisa diwujudkan, Misalnya di kecamatan Makassar dibentuk dua SMPN baru.
Inovasinya sederhana saja. Sejumlah SD dalam satu kompleks, dipermak secara elegan. SD yang kurang siswa, digeser menempati ruang kelas yang dipandang mubasir. Tujuannya, agar di kompleks SD ini bisa didirikan SMP. Ternyata langkah itu sukses luar biasa, dan mengundang decak kagum maasyarakat kota Makassar.
Bagi suami dari Drg. Sulpiah, ini pekerjaan memang harus diseriusi agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
“Pada prinsispnya, untuk apa bekerja menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran, kalau pada akhirnya tak bisa mencapai prestasi yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara,” ujar Rahman Bando.(riel)





